Tugas SOFTSKILL kepariwisataan 2

SOFTSKILL PARIWISATA 2

( ALAS KEDATON, BALI )

DAFTAR ISI

Daftar Isi

BAB I    PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang

I.2 Rumusan Masalah

I.3 Tujuan Pembahasan

BAB II    LANDASAN TEORI

2.1 Definisi Pariwisata menurut para Ahli

2.2 Definisi Pura

BAB III   PEMBAHASAN

3.1 Sejarah Alas Kedaton

3.2 Keunikan Pura Kedaton

3.3 Koleksi Hewan di Alas Kedaton

BAB IV    PENUTUP

4.1 Kesimpulan

4.2 Saran

BAB I

PENDAHULUAN

  • Latar Belakang

Pariwisata adalah suatu kegiatan yang secara langsung menyentuh dan melibatkan masyarakat, sehingga membawa berbagai manfaat terhadap masyarakat setempat dan sekitarnya. Bahkan pariwisata dikatakan mempunyai energi dobrak yang luar biasa, yang mampu membuat masyarakat setempat mengalami metamorphose dalam berbagai aspeknya. Pariwisata mempunyai  banyak manfaat bagi masyarakat bahkan bagi Negara sekalipun. manfaat pariwisata dapat dilihat dari berbagai aspek/segi yaitu manfaat pariwisata dari segi ekonomi, sosial budaya, lingkungan hidup, nilai pergaulan dan ilmu pengetahuan, serta peluang dan kesempatan kerja.

Bali menjadi salah satu destinasi pariwisata yang paling sering dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara. Bali sebagai pusat pengembangan kepariwisataan Indonesia Bagian Tengah, bagi Daerah Bali sektor kepariwisataan merupakan penghasilan utama setelah pertanian. Salah satu Objek Wisata di Bali yaitu Alas Kedaton.

Alas Kedaton merupakan obyek wisata alam berupa kawasan hutan lindung dengan luas sekitar 12 hektar dan di tengah hutannya terdapat Pura Dalem Kahyangan Kedaton. Kawasan hutan lindung ini juga dihuni oleh ratusan kera (macaca fascicularis) dan kalong (pteropus vampyrus) yang bergelayutan di dahan-dahan pohon

  • Rumusan Masalah
  1. Apa Definisi Pariwisata?
  2. Apa Definisi Pura?
  3. Apa Sejarah Alas Kedaton?
  4. Apa Keunikan – keunikan Pura Kedaton?
  5. Bagaimana kehidupan hewan yang berada di Alas Kedaton?
  • Tujuan Pembahasan
  1. Mengetahui Definisi dari Pariwisata
  2. Mengetahui apa itu Pura
  3. Mengetahui Sejarah Alas Kedaton
  4. Mengetahui Keunikan – keunikan Pura Kedaton
  5. Mengetahui kehidupan hewan – hewan di Alas Kedaton


BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Definisi Pariwisata menurut para Ahli :

  • Richard Sihite dalam Marpaung dan Bahar (2000:46-47) 

Pariwisata adalah suatu perjalanan yang dilakukan orang untuk sementara waktu, yang diselenggarakan dari suatu tempat ke tempat lain meninggalkan tempatnya semula, dengan suatu perencanaan dan dengan maksud bukan untuk berusaha atau mencari nafkah di tempat yang dikunjungi, tetapi semata-mata untuk menikmati kegiatan pertamsyaan dan rekreasi atau untuk memenuhi keinginan yang beraneka ragam.

  • (RG. Soekadijo 1997:8)

Pariwisata ialah segala kegiatan dalam masyarakat yang berhubungan dengan wisatawan

  • (Yoeti, 1991:103)

Pariwisata berasal dari dua kata, yakni Pari dan Wisata. Pari dapat diartikan sebagai banyak, berkali-kali, berputar-putar atau lengkap. Sedangkan wisata dapat diartikan sebagai perjalanan atau bepergian yang dalam hal ini sinonim dengan kata ”travel” dalam bahasa Inggris. Atas dasar itu, maka kata ”Pariwisata” dapat diartikan sebagai perjalanan yang dilakukan berkali-kali atau berputar-putar dari suatu tempat ke tempat yang lain, yang dalam bahasa Inggris disebut dengan ”Tour”.

2.2 Definisi Pura :

Kata “Pura” sesungguhnya berasal dari akhiran bahasa Sanskerta (-pur, -puri, -pura, -puram, -pore), yang artinya adalah kota, kota berbenteng, atau kota dengan menara atau istana. Dalam perkembangan pemakaiannya di Pulau Bali, istilah “Pura” menjadi khusus untuk tempat ibadah; sedangkan istilah “Puri” menjadi khusus untuk tempat tinggal para raja dan bangsawan.

BAB III

PEMBAHASAN

 

3.1 Sejarah Alas Kedaton

Objek wisata Alas Kedaton berlokasi di daerah desa Kukuh, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. Tepatnya objek wisata Alas Kedaton terletak di sebelah timur kota Tabanan yang berjarak 10 km. Di bawah tahun 1980 Alas Kedaton belum menjadi objek pariwisata dan hanya berupa hutan seluas ±7 hektar, pada posisi astronomis 8º 20’ 49″ Bujur Timur dan 8º 31’ 73″ Lintang Selatan dan pada ketinggian sekitar 170m di atas permukaan air laut yang dihuni oleh ±1500 kera dan ratusan kelelawar (kalong).

Apabila dilihat dari suku katanya Alas Kedaton artinya hutan dan kedaton, yang mana kata kedaton berasal dari kata “kedatuan” yang artinya tempat datu atau raja. Oleh karena itu Alas Kedaton dapat diartikan sebagai tempat meditasi untuk para raja pada masa tersebut.

Di tengah-tengah hutan ditemukan sebuah pura untuk orang Bali yang bernama Pura Dalem Khayangan Kedaton sebagai tempat meditasi Ida Ratu Ngurah Sakti, pura ini sudah ada sejak zaman dahulu. Dari bukti arkeologi kelangsungan hidup yang ditemukan, di pura tersebut ditemukan sebuah arca kecil, patung leluhur, patung ganesa dan patung Durga Mahisasuramardhini. Hingga sekarang pura ini tetap difungsikan sebagai tempat pemujaan untuk masyarakat sekitar.

Dengan adanya perkembangan pariwisata di bali pada awal tahun 1960an, maka masyarakat desa kukuh mempunyai inisiatif  untuk menjadikan hutan, pura, dan kera-kera tersebut sebagai modal dalam membentuk objek wisata. Kemudian Objek wisata ini mulai berkembang sejak tahun 1984 sampai saat ini

3.2 Keunikan – Keunikan Pura Dalem Kahyangan Kedaton

  • Posisi pelemahan pura. makin ke utama mandala makin rendah. Justru mandala utama (jeroan dalem) posisinya paling rendah yang berbeda dengan posisi pelemahan pura di bali yakni makin ke utama mandala makin tinggi.
  • Pura dalem kahyangan kedaton memiliki empat pintu masuk yang terdapat di empat penjuru mata angin (nyatur desa) yakni barat, selatan, timur dan utara.
  • Bersembahyang di pura yang dikelilingi ribuan monyet dan ratusan kelelawar ini pantang menggunakan dupa dan kwangen. Demikian pula dengan penggunaan penjor.
  • Untuk melengkapi upacara hanya diperbolehkan menggunakan ceniga yang terbuat dari daun pisang yang tua, sedangkan di tempat lain dibuat dari daun kelapa yang muda.
  • Di mandala utama atau jeroan pura, para pemangku di sana saat mereresik (bersih-bersih) tidak menggunakan sapu lidi, melainkan menggunakan sapu yang terbuat dari ranting-ranting pohon. Rangkaian pujawali harus sudah selesai sebelum matahari terbenam, pasalnya di mandala utama tidak diperkenankan menggunakan sunar (lampu) karena berpantang menggunakan sarana api.
  • Perayaan di pura ini dilakukan berdasarkan perhitungan kalender Bali, yaitu pada Anggara (Selasa) kliwon Madangsia, 20 hari setelah hari Raya Galungan. Perayaannya hanya dituntun oleh seorang pemangku pura tersebut, dilakukan dalam sehari dan harus selesai sebelum matahari terbenam.

3.3 Kehidupan Hewan – Hewan di Alas Kedaton

Ada 2 jenis hewan yang menghuni hutan Kedaton atau yang biasa disebut Alas Kedaton ini yaitu, Kera dan Kelelawar. Tentu saja dalam jumlah yang banyak hingga mencapai ratusan. Kera – Kera dan kelelawar di Alas Kedaton ini jinak jika dibandingkan dengan tempat lainnya yang berada disekitaran Pulau Bali ini.

Ketika memasuki Alas Kedaton kita langsung disambut dengan kera – kera dari yang berukuran kecil hingga besar. Yang menarik dari kehidupan para kera ini yaitu jika ada pengunjung yang hendak memberi makan berupa kacang yang dibeli di pintu masuk, hanya kera – kera yang besarlah yang diperbolehkan menerima makanan dari pengunjung. Tetapi para kera pun tidak saling berebut. Ia mendatangi dan mendekat bahkan tidak segan untuk naik ke kepala dan badan pengunjung.

Bagi kera – kera yang masih kecil dan dalam pertumbuhan sudah disediakan makanan oleh pihak pegurus, seperti yang terlihat dalam gambar diatas. Ditebar makanan secara memanjang menjadi salah satu pemandangan yang unik juga seakan sedang melihat para kera berbaris.

Dari beberapa yang diceritakan oleh pemandu mengatakan bahwa belum pernah melihat bangkai kera disekitaran alas kedaton ini. Hanya saja jika kita melihat gundukan tanah berarti disitulah kera dikubur yang tentu saja para kera-kera lainnya yang memakamkan. Menjadi suatu misteri bagi para penduduk dan pengunjung karena berupa gundukan tadi tidak seperti bekas tanah galian. Walaupun kera-kera disini jinak, kita tidak bole hmemegangnya karena dia bisa saja mengigit dan menjadi galak.

Hewan lain yang berada di Alas Kedaton ini yaitu kelelawar. Banyak pula kelelawar yang dilepas bebas dan ada beberapa yang dijadikan icon unutk para pengunjung berfoto. Tentu saja dikenakan biaya. Untuk domestik sekitar Rp. 60.000 dan untuk mancanegara dikenakan biaya 2x lipat.

Kelelawar-kelelawar disini pun jinak kita bisa memegangnya tentu dengan bantuan instruktur. Seperti yang terlihat pada gambar diatas, kelelawar yang cukup besar ukurannya itu di beri nama kelelawar Dona. Kelelawar ini diberi makan berupa buah dan biji-bijian.

Selain kelelawar ada juga ular besar yang bisa dijadikan icon untuk berfoto, tetapi tidak sebanyak kelelawar hanya beberapa saja untuk menambah perekonimian di Alas Kedaton ini.

  BAB IV

PENUTUP

 4.1 Kesimpulan

Tempat wisata Alas Kedaton ini menjadi salah satu tempat yang wajib dikunjungi ketika kita berada di Bali. Selain dari keunikan-keunikan yang dimilikinya baik berupa Pura dan hewan-hewan yang terdapat didalamnya tempat wisata ini juga memiliki suasana yang teduh karena banyak pepohonan di Alas Kedaton ini.

Para petugas dan pemandu yang berada di Alas Kedaton ini adalah penduduk sekitar. Mereka pun mempunyai ruko-ruko petakan yang menjual segala pernak-pernik khas Bali. Tentu saja dengan begini dapat menambah tingkat perekonomian para penduduk sekitar.

4.2 Saran

Petugas Kebersihan di tempat ini harus di tingkatkan, agar para pengunjung semakin nyaman saat bekunjung kesini. Sarana umum seperti toilet pun harus diperbanyak. Dan koleksi-koleksi hewan yang dijadikan icon untuk berfoto pun ditambah dengan begitu penghasilan bertambah dan tingkat perekonomian menjadi meningkat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s