Masalah Individu

Masalah adalah kata yang sering kita dengar dikehidupan sehari-hari, tak ada seorangpun yang tak luput dari masalah baik masalah yang sifatnya ringan ataupun masalah yang sifatnya berat. Masalah adalah suatu kendala atau persoalan yang harus dipecahkan dengan kata lain masalah merupakan kesenjangan antara kenyataan dengan suatu yang diharapkan dengan baik.

Masalah di kelompokan menjadi 5, yaitu masalah Individu, keluarga, masyarakat, penduduk & Negara

INDIVIDU

A. Pengertian Individu

 “ Individu “ berasal dari kata latin, “ individuum “ artinya “ yang tak terbagi “. Jadi merupakan suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Dalam ilmu sosial paham individu menyangkut tabiatnya dengan kehidupan jiwanya yang majemuk, memegang peranan dalam hidup manusia. Dalam ilmu sosial, individu menekankan penyelidikan kepada kenyataan – kenyataan hidup yang istimewa, yang tak seberapa mempengaruhi kehidupan manusia.
Individu bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tak dapat dibagi, melainkan kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan. Dengan demikian sering digunakan sebutan “ orang – seorang “ atau “ manusia perseorangan “. Sifat dan fungsi orang – orang di sekitar kita adalah makhluk – makhluk yang agak berdiri sendiri, dalam berbagai hal bersama – sama satu sama lain, tetapi dalam banyak hal banyak pula perbedaannya. Sejenis tapi tak sama, makin tua semakin maju dan semakin banyak bermacam – macam tingkat peradabannya, terjadi bangsa dengan corak, sifat dan tabiat beraneka ragam.
 
Contoh Masalah yang Timbul dari Manusia sebagai Makhluk Individu
1. Timbul sifat egois dan ingin menang sendiri pada diri seseorang
2. Timbul sifat apatis, yang artinya masa bodo atau acuh tak acuh
3. Timbul sikap atheis atau tidak memiliki agama pada diri seseorang
4.  Ingin menang sendiri
5.  Iri hati, dengki, dan tidak senang melihat orang lain memperoleh kebahagiaan  atau kesenangan
6.  Berburuk sangka
7.  Memiliki sifat pendendam
8.  Umurnya sudah dewasa akan tetapi masih manja serta tingkah laku dan

pemikirannya seperti anak kecil

 
dari kesekian banyak masalah individu yg paling sering dialami oleh pelajar adalah MASALAH DALAM BELAJAR
 
FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA MASALAH BELAJAR DAN UPAYA MEMBANTU MURID DALAM MENGATASI MASALAH BELAJAR
1.      Faktor Penyebab terjadinya Masalah Belajar
Pada dasarnya dari setiap jenis masalah, khususnya dalam masalah belajar murid di SD, cenderung bersumber dari faktor-faktor yang melatarbelakangi. Seorang guru setelah mengetahui siapa murid yang bermasalah dalam belajar serta jenis masalah apa yang dihadapinya selanjutnya guru dapat melaksanakan tahap berikutnya, yaitu mencari sebab-sebab terjadinya masalah yang dialami murid dalam belajar. Meskipun seorang guru tidak mudah mentukan sebab-sebab terjadi masalah yang sesungguhnya, karena masalah belajar cenderung sangat kompleks.
Ada dua kategori yang menyebabkan timbulnya suatu masalah dalam belajar, yaitu :
1.      Faktor-faktor internal
a)      Gangguan secara fisik, seperti kurang berfungsinya organ-organ perasaan, alat bicara, gangguan panca indera, cacat tubuh, serta penyakit menahan ( alergi, asma, dan sebagainya ).
b)      Kelemahan-kelamahan secara mental, baik kelemahan yang dibawa sejak lahir maupun karena pengalaman. Yang sukar diatasi oleh individu yang bersangkutan dan juga oleh pendidikan. Kelemahan mental disini maksudnya taraf kecerdasannya cenderung kurang. Ada juga yang tampaknya seperti kelemahan akan tetapi sebenarnya kurang minat, kebimbangan, kurang usaha, aktivitas yang tidak terarah, kurang semangat(kurang gizi,kelelahan), kurang menguasai keterampilan dan kebiasaan fundamental dalam belajar.
c)      Kelemahan emosional, seperti merasa tidak aman, kurang bisa menyesuaikan diri ( maladjustment ), tercekam rasa takut, benci, dan antipati serta ketidakmatangan emosi.
d)     Kelemahan-kelamahan yang disebabkan oleh kebiasaan dan sikap-sikap yang salah seperti kurang perhatian dan minat terhadap pelajaran sekolah, malas dalam belajar, dan sering bolos atau tidak mengikuti pelajaran.
e)      Tidak memiliki keterampilan-keterampilan dan pengetahuan dasar yang tidak diperlukan seperti ketidak mampuan membaca, berhitung, memiliki kebiasaan belajar dan cara belajar yang salah.
2.      Faktor-faktor Eksternal
a)      Disekolah seperti sifat kurikulum yang kurang fleksibel, terlalu berat beban belajar (murid) dan atau mengajar (guru), metode mengajar yang kurang memadai, kurangnya alat dan sumber untuk kegiatan belajar, terlalu banyak terlibat dalam kegiatan ekstrakurikuler, terlalu sering pindah sekolah.
b)      Dikeluarga atau rumah seperti keluarga tidak utuh atau tidak harmonis, sikap orang yang acuh tidak memperhatikan pendidikan anaknya, keadaan ekonomi yang minim.
2.      Upaya membantu murid dalam Mengatasi Masalah Belajar
Murid yang mengalami masalah belajar perlu mendapatkan bantuan agar masalahnya tidak berlarut-larut yang nantinya dapat mempengaruhi proses perkembangan murid. Beberapa upaya yang dapat dilakukan dengan :
a)        Pengajaran Perbaikan
Pengajaran perbaikan merupakan suatu bentuk pengajaran yang bersifat menyembuhkan atau membetulkan pengajaran yang membuat menjadi lebih baik. Pengajaran perbaikan merupakan bentuk khusus pengajaran yang bermaksud untuk menyembuhkan, membetulkan atau membuat menjadi baik. Pengajaran perbaikan dapat dilakukan kepada seseorang atau sekelompok murid yang menghadapi masalah belajar dengan maksud untuk memperbaiki kesalahan dalam proses dan hasil belajar mereka.
Dibanding dengan pengajaran biasa, pengajaran perbaikan sifatnya lebih khusus, karena bahan, model dan pelaksanaannya disesuaikan dengan jenis, sifat dan latar belakang masalah yang dihadapi murid.
b)   Kegiatan Pengayaan
Kegiatan pengayaan merupakan suatu bentuk layanan yang diberikan kepada seorang atau beberapa orang murid yang sangat cepat dalam belajar. Mereka memerlukan tugas-tugas tambahan yang terencana untuk menambah dan atau untuk memperluas pengetahuan dan keterampilan yang telah dimilikinya dalam kegiatan belajar sebelumnya. Murid yang cepat dalam belajar hampir selalu dapat mengerjakan tugas-tugas lebih cepat dibandingkan dengan teman-temannya dalam waktu yang ditetapkan. Kecepatan belajar yang tinggi akan mempunyai dampak positif apabila murid merasa dirinya diperhatikan dan dihargai atas keberhasilan dan kemampuannya dalam belajar.
c)    Peningkatan Motivasi Belajar
Guru dan staf sekolah lainya berkewajiban membantu murid meningkatkan motivasinya dalam belajar yaitu dengan memperjelas tujuan-tujuan belajar, menyesuaikan pengajaran dengan bakat,kemampuan dan minat murid, menciptakan suasa belajar yang menantang,merangsang dan menyenangkan, memberikan hadiah(penguatan) dan hukuman(hukuman yang bersifat membimbing, yaitu yang menimbulkan efek peningkatan), menciptakan suasana hubungan yang hangat dan dinamis antara guru dengan murid dan sebaliknya, menghindari suasana-suasana yang menakutkan,mengecewakan,membingungkan,dan menjengkelkan, melengkapi sumber dan peralatan belajar, mempelajari hasil belajar yang diperoleh.
d)     Peningkatan Keterampilan Belajar
Prosedur yang dapat dilakukan diantaranya : membuat catatan waktu guru mengajar, membuat ringkasan dari bahan yang dibaca, mengerjakan latihan-latihan soal.
e)      Pengembangan Sikap dan Kebiasaan Belajar yang Baik
Setiap murid diharapkan menerapkan sikap dan kebiasaan belajar yang efektif. Tetapi tidak tertutup kemungkinan adanya murid yang memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang tidak baik dikhawatirkan murid tidak akan mencapai prestasi belajar yang baik, karena hasil belajar yang baik itu diperoleh melalui usaha yang dilakukan oleh murid yang baik. Sikap dan kebiasaan belajar yang baik tidak tumbuh secara kebetulan, melainkan sering kali perlu ditumbuhkan melalui bantuan yang terencana, terutama oleh guru-guru dan orang tua murid. Untuk itu murid hendaknya dibantu dalam hal :
1)      Menemukan motif-motif yang tepat dalam belajar.
2)      Memelihara kondisi kesehatan yang baik.
3)      Mengatur waktu belajar disekolah maupun dirumah.
4)      Memilih tempat belajar yang baik.
5)      Belajar dengan menggunakan sumber belajar yang baik.
6)      Membaca secara baik dan sesuai dengan kebutuhan.
7)      Tidak segan-segan bertanya untuk hal-hal yang tidk diketahui.
 
Adapun bantuan atau cara lain yang dapat guru lakukan untuk menumbuhkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik :
1)     Membantu murid untuk menyusun rencana yang baik. Rencana ini memuat pokok dan subpokok bahasan yang akan dipelajari, tujuan yang akan dicapai, cara-cara mempelajari bahan-bahan yang bersangkutan, alat-alat yang diperlukan dan cara-cara memeriksa atau mengetahui kemajuan-kemajuan yang dicapai.
2)     Melatih murid untuk dapat mempelajari buku pelajaran secara efisien. Salah satu metode yang perlu dikuasai oleh murid adalah metode SQR3 (Survey, Quesion, Read, Recite, Write and Review) yang dikemukakan oleh Francis P. Robinson (Dorothy Keiter, 1975).
3)  Membantu murid mempersiapkan diri untuk ujian, yang meliputi persiapan mental, penguasaan bahan pelajaran, cara-cara menjawab soal ujian dan segi-segi administratif penyelenggaraan ujian.
daftar pustaka:

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s